Ketika sepotong besi jadi tombak
besi tak pernah tahu
untuk apa dia dijadikan tombak
Ketika sepotong besi jadi pisau
pisau tak pernah tahu
untuk apa dia jadi pisau
Ketika sepotong besi jadi peniti
peniti tidak pernah tahu
untuk apa dia jadi peniti
Kecuali suatu hari tombak
dijadikan alat pembunuh
dan bersarang di jantung kiri
tombak mengeluh
aku tak ingin jadi seperti ini
Demikian pisau
ketika menemukan dirinya
di leher sebagai penebas
pisau mengaduh
aku tak bercita-cita jadi begini
Ketika besi yang menjadi senjata
berubah fungsi
diam-diam peniti mensyukuri
"aku menjadi, penyemat baju seorang sufi
setiap hari aku dibawa
rukuk sujud dan mensyukuri
nikmat Tuhan yang diberi
aku tidak ingin patah
biar berkarat aku ini"
Makna : Al hadid merupakan nama dalam sebuah surat dalam Al-Quran yang berarti besi. Maksud dari pusis al hadid di atas adalah sebuah benda (dalam hal ini besi) akan mengalami peralihan fungsi akibat tangan manusia. Seperti apapun peralihan fungsi itu, misal menjadi tombak, pisau, atau peniti, semuanya merupakan implementasi dari sifat manusia yang menggunakannya.
KESABARAN DALAM DUA ARTI
Arti prtama
Berkaitan dengan waktu
Dalam konteks ini
Kita harus yakin bahwa Tuhanlah yang paling tahu
Kapan usaha kita membuahkan hasil
Arti kedua
Berkaitan dengan emosi
Orang sabar pandai mengendalikan emosi
Jika tidak bisa kendalikan emosi
Maka kita akan kehilangan pemahaman
Tentang sabar
Pada kaitannya dengan waktu
Karena emosi membuat kita tergesa - gesa dan bertindak gegabah
SAJADAH RINDU
Oleh: Poetra
Lirih lisan merajut do’a
Melerai jiwa yang tiba-tiba terasa hampa
Di atas sajadah biru aku mengiba
Atas rindu yang merayap buai airmata
Hati meraung tak berdaya
Kala telapak tangan mengadukan lara
Mencoba tumpahkan segalanya
Hanya meminta pada Allah yang Kuasa
Di atas sajadah rindu kutitipkan
Derai cinta yang pernah Engkau (Allah) berikan
Saat engkau kenalkan aku dengan gadis impian
Meski jarak terpaut jauh tak terbayangkan
PadaMu kupersaksikan
Inilah aku hamba yang muram
Di sepertiga malam memohon petunjuk jalan
Jika memang gadis itulah sebaik-baik pilihan
DO'A MALAM
Oleh: KPR
Malam terbagi
Ku ambil sebagian
Dipertiga akhirnya
Berharap kekhusuan
Semoga berkah
Pinta seorang insan
Yang penuh kekhilapan
Hitam yang bercahaya
Teringatkan, kelam surau masa lampau
Bahkan, mendung dirasakannya hingga kini
Menghujam telak di kalbu
Terang tak lagi menghiasi
Penuh dengan rasa malu
Tatkala kepekatan senantiasa didapati.
Jeruji maksiat yang tak pernah henti
Ibarat rembulan terbelah
Hitam di setiap malam hari
Terkelungkup penuh resah gelisah
Di tanah itu, ia menyesal dalam sanubari.
Pasrah kepada Sang Maha Pemurah.
Yang ia harapkan satu
Sebuah senyuman, senyuman penuh cahaya
Perlahan melebur hitam itu
Cahaya merekah diwajahnya
Biaskan hitam dalam kalbu
Tatkala hendak menghadap-Nya.
Oh… Tuhan!
Kau Maha Tahu, segala sesuatu yang kulakukan
Rasanya tak pantas tuk mendekati-Mu
Mengemis ampunan-Mu
Penuh dosa kulakukan
Tanpa ku tersadarkan.
(Kudus, Maret 2016)
link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
TEMPAT YANG HANYA MILIK-MUlink : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
Oleh Irfa Erfianah
Bukan kepalsuan yang ku mau
Bukan kesemuan yang ku butuhkan
Hanya sebuah tempat
Yang bisa terima hinanya aku
Ku temukan itu di Sisi-Mu
Terlihat dalam Agung NamaMu
Tempat terindah yang hanya Milik-Mu
Tempat terindah yang hanya di SisiMu
Tempat yang bisa terima kotornya aku
Yang beri bahagia dalam ketenangan
Sungguh kepalsuan tiada padanya
Kesemuan pun mustahil ada padanya
Wahai Dzat Penggenggam Jiwa
Jiwa-jiwa hidup dan jiwa-jiwa mati
MerinduMu dalam lembar penghambaan
Berharap diterima di tempat yang hanya Milik-Mu.
SEBELUM NYAWA TERLEPAS RAGA
Oleh Hartono "Jhon Witir"
Ketika tahta menguasai jiwa
Ketika mimpi tak beralas hati nurani
Tak peduli apa kata mereka
Bahkan Tuhan pun dianggap tiada
Saat logika berpikir nafas tak berakhir
Saat jiwa merasa menang tak kan ada lawan
Tak ada rasa takut akan hari kemudian
Karna rasa itu tlah tertutup bisikan syetan
Sadarlah wahai jiwa yang zolim
Kemenangan yang kau rasa sebenarnya adalah kekalahan
Surga yang kau rasa di dunia, sesungguhnya jalanmu ke neraka
Segeralah bersujud mohon ampunaNya
Sebelum nyawa terlepas dari raga
Tidak kah cukup bagimu tertulis berita
Kematian Fir'aun yang melegenda
Oleh Hartono "Jhon Witir"
Ketika tahta menguasai jiwa
Ketika mimpi tak beralas hati nurani
Tak peduli apa kata mereka
Bahkan Tuhan pun dianggap tiada
Saat logika berpikir nafas tak berakhir
Saat jiwa merasa menang tak kan ada lawan
Tak ada rasa takut akan hari kemudian
Karna rasa itu tlah tertutup bisikan syetan
Sadarlah wahai jiwa yang zolim
Kemenangan yang kau rasa sebenarnya adalah kekalahan
Surga yang kau rasa di dunia, sesungguhnya jalanmu ke neraka
Segeralah bersujud mohon ampunaNya
Sebelum nyawa terlepas dari raga
Tidak kah cukup bagimu tertulis berita
Kematian Fir'aun yang melegenda
Hitam Yang Bercahaya
Oleh Muhammad Khoirul Faizin
link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
Hitam Yang Bercahaya
Oleh Muhammad Khoirul Faizin
link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.
link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.
Hitam Yang Bercahaya
Oleh Muhammad Khoirul Faizin
link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
Hitam Yang Bercahaya
Oleh Muhammad Khoirul Faizin
link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
Hitam Yang Bercahaya
Oleh Muhammad Khoirul Faizin
link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
Hitam Yang Bercahaya
Oleh Muhammad Khoirul Faizin
link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
Oleh Muhammad Khoirul Faizin
link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
Oleh Muhammad Khoirul Faizin
link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
0 komentar:
Posting Komentar