Jumat, 10 Maret 2017

Puisi Islami










 
Hasil gambar untuk gambar nuansa islami


Al-Hadid



Ketika sepotong besi jadi tombak

besi tak pernah tahu

untuk apa dia dijadikan tombak



Ketika sepotong besi jadi pisau

pisau tak pernah tahu

untuk apa dia jadi pisau



Ketika sepotong besi jadi peniti

peniti tidak pernah tahu

untuk apa dia jadi peniti



Kecuali suatu hari tombak

dijadikan alat pembunuh

dan bersarang di jantung kiri

tombak mengeluh

aku tak ingin jadi seperti ini



Demikian pisau

ketika menemukan dirinya

di leher sebagai penebas

pisau mengaduh

aku tak bercita-cita jadi begini



Ketika besi yang menjadi senjata

berubah fungsi

diam-diam peniti mensyukuri

"aku menjadi, penyemat baju seorang sufi

setiap hari aku dibawa

rukuk sujud dan mensyukuri

nikmat Tuhan yang diberi

aku tidak ingin patah

biar berkarat aku ini"

 Makna : Al hadid merupakan nama dalam sebuah surat dalam Al-Quran yang berarti besi. Maksud dari pusis al hadid di atas adalah sebuah benda (dalam hal ini besi) akan mengalami peralihan fungsi akibat tangan manusia. Seperti apapun peralihan fungsi itu, misal menjadi tombak, pisau, atau peniti, semuanya merupakan implementasi dari sifat manusia yang menggunakannya.





KESABARAN DALAM DUA ARTI



Arti prtama

Berkaitan dengan waktu

Dalam konteks ini 

Kita harus yakin bahwa Tuhanlah yang paling tahu

Kapan usaha kita membuahkan hasil

Arti kedua

Berkaitan dengan emosi

Orang sabar pandai mengendalikan emosi

Jika tidak bisa kendalikan emosi

Maka kita akan kehilangan pemahaman 

Tentang sabar

Pada kaitannya dengan waktu

Karena emosi membuat kita tergesa - gesa dan bertindak gegabah


SAJADAH RINDU
Oleh: Poetra 
Lirih lisan merajut do’a
Melerai jiwa yang tiba-tiba terasa hampa
Di atas sajadah biru aku mengiba
Atas rindu yang merayap buai airmata
Hati meraung tak berdaya
Kala telapak tangan mengadukan lara
Mencoba tumpahkan segalanya
Hanya meminta pada Allah yang Kuasa
Di atas sajadah rindu kutitipkan
Derai cinta yang pernah Engkau (Allah) berikan
Saat engkau kenalkan aku dengan gadis impian
Meski jarak terpaut jauh tak terbayangkan
PadaMu kupersaksikan
Inilah aku hamba yang muram
Di sepertiga malam memohon petunjuk jalan
Jika memang gadis itulah sebaik-baik pilihan


DO'A MALAM
  Oleh: KPR
Malam terbagi
Ku ambil sebagian
Dipertiga akhirnya
Berharap kekhusuan
Semoga berkah
Pinta seorang insan
Yang penuh kekhilapan


Hitam yang bercahaya Teringatkan, kelam surau masa lampau Bahkan, mendung dirasakannya hingga kini Menghujam telak di kalbu Terang tak lagi menghiasi Penuh dengan rasa malu Tatkala kepekatan senantiasa didapati. Jeruji maksiat yang tak pernah henti Ibarat rembulan terbelah Hitam di setiap malam hari Terkelungkup penuh resah gelisah Di tanah itu, ia menyesal dalam sanubari. Pasrah kepada Sang Maha Pemurah. Yang ia harapkan satu Sebuah senyuman, senyuman penuh cahaya Perlahan melebur hitam itu Cahaya merekah diwajahnya Biaskan hitam dalam kalbu Tatkala hendak menghadap-Nya. Oh… Tuhan! Kau Maha Tahu, segala sesuatu yang kulakukan Rasanya tak pantas tuk mendekati-Mu Mengemis ampunan-Mu Penuh dosa kulakukan Tanpa ku tersadarkan. (Kudus, Maret 2016)

link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
 TEMPAT YANG HANYA MILIK-MU
Oleh Irfa Erfianah

Bukan kepalsuan yang ku mau
Bukan kesemuan yang ku butuhkan
Hanya sebuah tempat
Yang bisa terima hinanya aku

Ku temukan itu di Sisi-Mu
Terlihat dalam Agung NamaMu
Tempat terindah yang hanya Milik-Mu
Tempat terindah yang hanya di SisiMu

Tempat yang bisa terima kotornya aku
Yang beri bahagia dalam ketenangan
Sungguh kepalsuan tiada padanya
Kesemuan pun mustahil ada padanya

Wahai Dzat Penggenggam Jiwa
Jiwa-jiwa hidup dan jiwa-jiwa mati
MerinduMu dalam lembar penghambaan
Berharap diterima di tempat yang hanya Milik-Mu.



SEBELUM NYAWA TERLEPAS RAGA
Oleh Hartono "Jhon Witir"

Ketika tahta menguasai jiwa
Ketika mimpi tak beralas hati nurani
Tak peduli apa kata mereka
Bahkan Tuhan pun dianggap tiada

Saat logika berpikir nafas tak berakhir
Saat jiwa merasa menang tak kan ada lawan
Tak ada rasa takut akan hari kemudian
Karna rasa itu tlah tertutup bisikan syetan

Sadarlah wahai jiwa yang zolim
Kemenangan yang kau rasa sebenarnya adalah kekalahan

Surga yang kau rasa di dunia, sesungguhnya jalanmu ke neraka

Segeralah bersujud mohon ampunaNya
Sebelum nyawa terlepas dari raga

Tidak kah cukup bagimu tertulis berita
Kematian Fir'aun yang melegenda 

Hitam Yang Bercahaya Oleh Muhammad Khoirul Faizin

link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
Hitam Yang Bercahaya Oleh Muhammad Khoirul Faizin

link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.
Hitam Yang Bercahaya Oleh Muhammad Khoirul Faizin

link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html

Hitam Yang Bercahaya Oleh Muhammad Khoirul Faizin

link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html

Hitam Yang Bercahaya Oleh Muhammad Khoirul Faizin

link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html

Hitam Yang Bercahaya Oleh Muhammad Khoirul Faizin

link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html

Oleh Muhammad Khoirul Faizin

link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html

Oleh Muhammad Khoirul Faizin

link : http://www.puisipendek.net/hitam-yang-bercahaya.html
 

0 komentar:

Posting Komentar