Jumat, 24 Februari 2017

Misteri Segitiga Bermuda

     Kalian pasti sudah dengar mengenai Segitiga Bermuda. Segitiga Bermuda adalah wilayah di Samudera Atlantik yang membentuk garis segitiga antara Kepulauan Bermuda, Miami-Florida, dan San Juan-Puerto Rico.

Hasil gambar untuk gambar segitiga bermuda

     Segitiga Bermuda ini mempunyai banyak misteri. Berikut misteri yang telah terpecahkan.

Penyebab Kehancuran dan Hilangnya Kapal dan Pesawat 

     "killer clouds" (awan-awan pembunuh). Itulah yang dipercaya kebanyakan ilmuwan telah menenggelamkan dan menghancurkan banyak kapal serta pesawat di daerah misterius tersebut. Para peneliti menyebutkan bahwa killer clouds yang berbentuk heksagonal itu dapat berkumpul dan membentuk segitiga besar Bermuda.
  
      Fenomena killer clouds dapat menyebabkan angin mematikan berkecepatan 273,6 km/jam yang mereka deskripsikan sebagai bom udara. Mereka percaya bahwa ledakan-ledakan brutal udara tersebut lah yang mampu membalik kapal dan bahkan menenggelamkan pesawat ke dalam laut. Laporan menyebutkan bahwa awan-awan raksasa ini seringkali muncul di atas ujung Barat segitiga Bermuda dan terbentuk sepanjang 32 hingga 89 km. Secara rata-rata, penampilan awan-awan tersebut sangat mengerikan.

      "Biasanya kita tidak melihat awan dengan ujung yang lurus seperti ini. Kebanyakan awan berbentuk tak beraturan," ujar Dr. Steve Miller dari Colorado State University.

      Sementara itu Dr. Randy Cerveny dari University of Arizona menambahkan bahwa 'bom udara' terbentuk dari sebuah proses yang disebut microbursts -- angin kencang dengan arah pergerakan menukik ke tanah yang menyebabkan penyimpangan udara.
"Angin kencang itu terlihat seperti badai yang dengan mudah dapat menenggelamkan sebuah kapal. Microburst kemudian menghantam lautan sehingga membentuk gelombang yang terkadang sangat besar," kata Cerveny.



   Kawah Dasar Laut

   Sebelumnya ada beberapa teori yang muncul mencoba menjelaskan fenomena yang telah 'memakan' lebih dari 20 pesawat dan 50 kapal dalam jangka waktu 100 tahun.
Seperti salah satunya yang mengatakan bahwa adanya serangkaian kawah bawah laut di dasar Laut Barents, lepas pantai Norwegia.

      Kawah degan lebar 800 meter dan kedalaman 45 meter itu diduga merupakan penyebab banyaknya transportasi udara dan laut menghilang secara misterius.
"Banyak kawah besar terdapat di dasar laut yang terletak di pusat-barat Laut Barents dan mungkin terbentuk karena ledakan gas yang sangat besar," ujar peneliti dari the Arctic Univeristy of Norway kepada Sunday Times.

      "Kawah tersebut mungkin merupakan salah satu tempat yang merepresentasikan lokasi meledaknya gas metan di Arktik," tambah peneliti yang tidak disebutkan namanya itu.
Rincian dari temuan tersebut akan dirilis pada pertemuan tahunan European Geosciences Union pada bulan depan, di mana para ahli akan menganalisis apakah gelembung gas semacam itu dapat mengancam kapal yang sedang berlayar.

      Tidak hanya penjelasan secara ilmiah, teori yang mengatakan insiden Segitiga Bermuda adalah sebuah kutukan juga tak luput dari pendengaran.
Teori tersebut mengklaim, 'ilmuwan' menemukan piramida kristal yang terletak 2.000 meter di dasar laut pada 2012 dengan menggunakan teknologi yang belum diketahui oleh ilmu pengetahuan modern.

      Pencetus teori konspirasi menyebut, piramida kristal itulah penyebab hilangnya sejumlah pesawat dan kapal di wilayah Segitiga Bermuda. Laporan yang beredar secara online pada 2012, menyebut seorang ilmuwan bernama Dr Meyer Verlag, menemukan piramida kristal yang ukurannya tiga kali lebih besar dari Piramida Giza.

     "Verlag meyakini bahwa penyelidikan lebih lanjut di pusat piramida dapat mengungkap banyak informasi mengenai sejumlah kasus hilanganya sejumlah hal terkait dengan Segitiga Bermuda," demikian menurut website Before It's News.

Kamis, 23 Februari 2017

Bentuk Bumi


   Hai semuanya... pada kali ini saya akan membagikan mengenai bentuk bumi. Mungkin cukup memusingkan yah sebenarnya bentuk bumi kita ini seperti apa sih. Mari kita simak...

Kita mulai dari Bentuk Bumi Datar
   Hal-hal yang membuktikan bahwa bentuk bumi datar, yaitu:
1. Horizon Bumi Datar Tidak Melengkung.
    Bila memang bumi itu bulat, seharusnya bakal kelihatan melengkung saat dilihat dari atas. Faktanya, orang-orang yang berkeyakinan bumi itu datar (disebut flatter ) sudah terbang setinggi mungkin untuk melihat bumi itu melengkung atau tidak? bulat atau datar.
    Kaum Flatter ingin membuktikan semua klaim foto NASA bahwa bumi itu terlihat melengkung saat dilihat dari atas pada ketinggian tertentu.
    Berikut horizon bumi saat dilihat dari ketinggian tertentu. Bahkan klaim flatter, mereka sudah terbang setinggi NASA dan bumi masih saja datar.
bumi datar dari luar angkasa

2. Satelit adalah Ilusi, Internet Terhubung Melalui Kabel Bukan Satelit.
     Menurut Flatter satelit itu hanya kebohongan NASA untuk ngeruk uang. Faktanya, siaran TV, internet, telpon dll terhubung menggunakan jaringan kabel bawah laut dan 7 menara utama di dunia.
     Dan untuk diketahui, saat ini dunia mengakui bahwa kecepatan internet lebih optimal melalui jaringan kabel fiber optik daripada sinyal satelit. Bahkan internet melalui satelit masih sebatas wacana gagasan saja.
    Lha terus bagaimana dengan cara kerja GoogleMaps atau game populer Pokemon Go? bukankah pakek GPS?. Semua itu kerjanya berdasarkan BTS atau tower seluler terdekat dari anda.
    Lalu bagaimana dengan Satelit BRI yang baru saja diluncurkan?. Nah disitulah bisnisnya, tetap saja data BRI terhubung melalui BTS terdekat lalu tersambung ke melalui kabel-kabel bawah laut. Terus bohong dong satelit BRI itu? disitulah inti bisnisnya. Amerika mengeruk jutaan dollar dari ilusi satelit.
Bentuk Bumi Bulat
                           Hasil gambar untuk gambar bumi
   Hal-hal yang membuktikan bahwa bumi berbentuk bulat, yaitu:
 1. Munculnya Kapal dari Horizon
   Jika Anda sudah pernah pergi ke pelabuhan, atau hanya berjalan menyusuri pantai dan memandangi cakrawala, teman-teman mungkin melihat fenomena yang sangat menarik: saat kapal mendekat, kapal tersebut tidak hanya “muncul” dari cakrawala ( seperti mereka harus memiliki jika dunia itu datar), melainkan muncul seakan-akan dari bawah laut.
   Tetapi aslinya kapal tersebut sama sekali tidak tenggelam dan tiba-tiba muncul (kecuali dalam “Pirates of the Caribbean” yang notabenenya adalah film fiktif!!!). Alasan kapal-kapal tersebut tampak seolah-olah mereka “muncul dari bawah laut” adalah karena dunia tidak datar alias bulat (spheric) atau bola yang tidak sempurna.
Apa yang akan Anda lihat jika Anda melihat semut berjalan ke arah Anda atas permukaan melengkung.
    Bayangkan apabila semut berjalan sepanjang permukaan jeruk dan menuju kearah teman-teman. Jika Anda melihat jeruk tepat di depan kita, kita akan melihat tubuh semut perlahan naik dari “cakrawala”, karena kelengkungan jeruk. Jika Anda akan melakukan percobaan itu dengan jalan panjang, efeknya akan berubah: Semut akan perlahan-lahan ‘tampak’ di depan kita, tergantung pada seberapa tajam penglihatan Anda.

   2.  Keberadaan Zona waktu
     Seandainya waktu di New York, saat ini adalah pukul 12:00. Matahari berada tepat diatas kita. Sedangkan di Beijing, itu sedang pukul 12:00, tengah malam, dan matahari tidak akan ditemukan disana. Matahari akan timbul dan terbenam pada waktu tertentu sesuai dengan negara masing-masing.
     Kita memiliki zona waktu karena ketika Matahari menerangi satu sisi bumi yang berbentuk bulat, sisi lainnya akan gelap.
     Ini hanya bisa dijelaskan jika dunia bumi ini bulat dan berputar mengelilingi porosnya. Pada titik tertentu ketika matahari bersinar pada salah satu bagian dari Bumi, sisi yang berlawanan akan gelap. Hal tersebutlah yang membuat adanya perbedaan zona waktu antar negara.
     Coba bayangkan apabila bumi itu datar, maka cahaya yang menyinari bumi akan tampak seperti lampu sorot yang ada di panggung. Karena seperti lampu sorot maka kita akan dapat melihat daerah yang disinari matahari dari daerah gelap. Apabila demikian tentu saja zona waktu tidak akan ada. Inilah salah satu fakta yang memperkuat bumi itu bulat.

   

Bentuk Bumi menurut Al-quran
     Lalu bagaimanakah Al-Quran menjelaskan tentang bentuk bumi ? Mari simak ayat berikut mengenai silih bergantinya siang dan malam:



29. tidakkah kamu memperhatikan, bahwa Sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.[Q.S. Luqman 31:29]

Di sini dapat disimpulkan bahwa malam secara perlahan dan bertahap berubah ke siang dan sebaliknya. Fenomena ini hanya dapat terjadi jika bumi bentuknya bulat.

Jika bumi itu datar, akan ada perubahan mendadak dari malam ke siang dan dari siang ke malam.

Dan ayat ini menyempurnakan bahwa Bumi tidak persis bulat seperti bola, tapi geo-spherical yang lonjong dibagian kutub. Ayat berikut berisi deskripsi bentuk bumi:



30. dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. [Q.S. An-Naziat 79:30]
Kata Arab “dakhaha”, disini jika menurut translasi Indonesia Depag artinya adalah  “dihamparkan”. Namun, dilain sisi, ternyata kata arab “dakhaha“ juga bisa berarti telur burung unta. Yang mana
bentuk telur burung unta menyerupai bentuk geo-spherical bumi.

Telur burung unta
Hasil gambar untuk gambar telur burung unta


 Bentuk bumi yang sebenarnya

Demikianlah Al-Quran menjelaskan tentang bentuk bumi, wallahu a'lam.


     Jadi, kalian percaya yang mana nih.... bumi berbentuk datar, bulat, seperti telur burung unta atau mungkin yang lainnya.
    
Kamis, 02 Februari 2017

Puisi karya Sanusi Pane

 
Teratai

Kepada Ki Hajar Dewantoro
Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang lalu
Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun berseri Laksmi mengarang
Biarpun dia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia
Teruslah O Teratai Bahagia
Berseri di kebun Indonesia
Biar sedikit penjaga taman
Biarpun engkau tidak dilihat
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau pun turut menjaga zaman


 Dibawa Gelombang

Alun membawa bidukku perlahan
Dalam kesunyian malam waktu
Tidak berpawang tidak berkawan
Entah kemana aku tak tahu

Jauh di atas bintang kemilau
Seperti sudah berabad-abad
Dengan damai mereka meninjau
Kehidupan bumi yang kecil amat

Aku bernyanyi dengan suara
Seperti bisikan angin di daun
Suaraku hilang dalam udara
Dalam laut yang beralun-alun

Alun membawa bidukku perlahan
Dalam kesunyian malam waktu
Tidak berpawang tidak berkawan
Entah kemana aku tak tahu

  
Di Lereng Salak
Gunung berleret, mulanya hijau, 
Lenyap membisu jauh di sana. 
Padi menguning bagai kencana,
Sampai di lereng redam berkilau.

Sebelah Selatan dapat ditinjau
Sebagian kecil Lautan Hindia
Laksana tasik dipandang dia
Di bawah perak membiru silau.

Di rumput halus bagai beledu,
Aku guling memandang s’orang,
Bagai minum keindahan alam.
Teringat kota aku tersedu;
Takut kembali ke tempat orang,
Tak mengenal perasaan dalam. 



Candi

Engkau menahan empasan kala,
Tinggal berdiri indah permai,
Tidak mengabaikan serangan segala,
Megah kuat tidak terperai.

Engkau berita waktu yang lalu,
Masa Hindia masyhur maju,
Dilayan putra bangsawan kalbu,
Dijunjung tinggi penaka ratu.

Aku memandang suka dan duka
Berganti-ganti di dalam hati,
Terkenang dulu dan waktu nanti.

Apa gerangan masa di muka
Jadi bangsa yang kucinta ini?
Adakah tanda megah kembali?


 Menanti Kata
Aku duduk diam semata,
Membuat batin hening tenang,
Menanti-nanti timbul kata
Dari dalam, bercaya terang.
Hendak direka jadi karangan
Tidak terbanding dengan indahnya,
Akan diberi kepada tunangan,
Penunjuk betapa cinta besarnya.
Berapa datang, semua masih
Tidak sepadan dengan kekasih,
Tidak sampai indah permainya.
Akh, ratuku, pabila gerangan
Mendapat kata yang sepadan
Dengan cantik paras adinda.


 Menumbuk Padi

Dalam caya bulan purnama,
Anak dara menumbuk padi,
Alu arah lesung bersama,
Naik turun berganti-ganti.

Badan ramping tunduk berdiri
Dengan gerak manis selalu,
Muka cantik berseri-seri;
Berat kerja mengangkat alu.

Datang berombak suara salung,
Cinta berahi cinta kandung,
Hendak mengambil hati perawan.

Sebentar berhenti anak dara
Menumbuk padi, mendengar suara,
Tersenyum simpul memandang kawan 


 Kematian Anak

Bagai mengambil mutia bagus
Dari indungnya, bersukacita,
Datang malaikat, perbadan halus,
Memetik jiwa anak tercinta.

Dibawa gaib ke dalam surga,
Disuruh bermain di taman sari,
Di tengah bunga antakesuma
Bersukaria sepanjang hari.

Siapa gerangan jadi cemburu
Dari lumpur terpungut mutu
Dengan menangis sebagai ini?

Bukan anak yang jadi tangisan,
Ia meratap, iba kasihan
Kepada badan diri sendiri.



Sajak

Di mana harga karangan sajak,
Bukanlah dalam maksud isinya,
Dalam bentuk, kata nan rancak
Dicari timbang dengan pilihnya

Tanya pertama keluar di hati,
Setelah sajak dibaca tamat,
Sehingga mana tersebut sakti,
Mengikat diri di dalam hikmat.

Rasa bujangga waktu menyusun
Kata yang datang berduyun-duyun
Dari dalam, bukan nan dicari,

Harus kembali dalam pembaca,
Sebagai bayang di muka kaca,
Harus bergoncang hati nurani.
 

 
 

Puisi Ibu

       Hai semuanya... perkenalkan nama saya Sevi Nasihatul Ummah, saya disini baru membuat blog yang awalnya membuat blog ini tugas disekolah dan saya sangat bingung akan mempost tentang apa, dan karena saya sangat menyukai puisi saya memutuskan mempost puisi karya saya atau karya orang lain. Di blog sebelumnya saya membuat puisi karya sendiri yang berjudul pahlawan dan saya juga akan mempost cerita dan lainnya.

     Kita langsung saja lihat puisi karya Chairil Anwar.

       

 Ibu
   Karya: Chairil Anwar


Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai

Ibu…..

Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah

Ibu…..

Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat
Dan Bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

Namun…..
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu….

Ibu….

Aku sayang padamu…..
Tuhanku….
Aku bermohon padaMu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…..



  
      Itulah puisi yang berjudul Ibu karya Chairil Anwar, Ibu memang segalanya untuk kita walaupun sering memarahi tapi dalam hatinya ada rasa sayang untuk anaknya. Dan kitapun sebagai anak harus terus patuh dan menyayangi Ibu yang sudah melahirkan dan membesarkan kita.
     Karena saya baru membuat blog, saya butuh nasehat atau masukan. Mohon bantuannya..