
Segitiga Bermuda ini mempunyai banyak misteri. Berikut misteri yang telah terpecahkan.
Penyebab Kehancuran dan Hilangnya Kapal dan Pesawat
"killer clouds" (awan-awan pembunuh). Itulah yang dipercaya
kebanyakan ilmuwan telah menenggelamkan dan menghancurkan banyak kapal
serta pesawat di daerah misterius tersebut. Para peneliti menyebutkan
bahwa killer clouds yang berbentuk heksagonal itu dapat berkumpul dan membentuk segitiga besar Bermuda.
Fenomena killer clouds dapat menyebabkan angin mematikan berkecepatan 273,6 km/jam yang mereka deskripsikan sebagai bom udara. Mereka percaya bahwa ledakan-ledakan brutal udara tersebut lah yang mampu membalik kapal dan bahkan menenggelamkan pesawat ke dalam laut. Laporan menyebutkan bahwa awan-awan raksasa ini seringkali muncul di atas ujung Barat segitiga Bermuda dan terbentuk sepanjang 32 hingga 89 km. Secara rata-rata, penampilan awan-awan tersebut sangat mengerikan.
"Biasanya kita tidak melihat awan dengan ujung yang lurus
seperti ini. Kebanyakan awan berbentuk tak beraturan," ujar Dr. Steve
Miller dari Colorado State University.
Sementara itu Dr. Randy Cerveny dari University of Arizona menambahkan bahwa 'bom udara' terbentuk dari sebuah proses yang disebut microbursts -- angin kencang dengan arah pergerakan menukik ke tanah yang menyebabkan penyimpangan udara.
"Angin kencang itu terlihat seperti badai yang dengan mudah dapat menenggelamkan sebuah kapal. Microburst kemudian menghantam lautan sehingga membentuk gelombang yang terkadang sangat besar," kata Cerveny.
Sementara itu Dr. Randy Cerveny dari University of Arizona menambahkan bahwa 'bom udara' terbentuk dari sebuah proses yang disebut microbursts -- angin kencang dengan arah pergerakan menukik ke tanah yang menyebabkan penyimpangan udara.
"Angin kencang itu terlihat seperti badai yang dengan mudah dapat menenggelamkan sebuah kapal. Microburst kemudian menghantam lautan sehingga membentuk gelombang yang terkadang sangat besar," kata Cerveny.
Kawah Dasar Laut
Sebelumnya ada beberapa teori yang muncul mencoba menjelaskan fenomena yang telah 'memakan' lebih dari 20 pesawat dan 50 kapal dalam jangka waktu 100 tahun.Seperti salah satunya yang mengatakan bahwa adanya serangkaian kawah bawah laut di dasar Laut Barents, lepas pantai Norwegia.
Kawah degan lebar 800 meter dan kedalaman 45 meter itu diduga merupakan penyebab banyaknya transportasi udara dan laut menghilang secara misterius.
"Banyak kawah besar terdapat di dasar laut yang terletak di pusat-barat Laut Barents dan mungkin terbentuk karena ledakan gas yang sangat besar," ujar peneliti dari the Arctic Univeristy of Norway kepada Sunday Times.
"Kawah tersebut mungkin merupakan salah satu tempat yang merepresentasikan lokasi meledaknya gas metan di Arktik," tambah peneliti yang tidak disebutkan namanya itu.
Rincian dari temuan tersebut akan dirilis pada pertemuan tahunan European Geosciences Union pada bulan depan, di mana para ahli akan menganalisis apakah gelembung gas semacam itu dapat mengancam kapal yang sedang berlayar.
Tidak hanya penjelasan secara ilmiah, teori yang mengatakan insiden Segitiga Bermuda adalah sebuah kutukan juga tak luput dari pendengaran.
Teori tersebut mengklaim, 'ilmuwan' menemukan piramida kristal yang terletak 2.000 meter di dasar laut pada 2012 dengan menggunakan teknologi yang belum diketahui oleh ilmu pengetahuan modern.
Pencetus teori konspirasi menyebut, piramida kristal itulah penyebab hilangnya sejumlah pesawat dan kapal di wilayah Segitiga Bermuda. Laporan yang beredar secara online pada 2012, menyebut seorang ilmuwan bernama Dr Meyer Verlag, menemukan piramida kristal yang ukurannya tiga kali lebih besar dari Piramida Giza.
"Verlag meyakini bahwa penyelidikan lebih lanjut di pusat piramida dapat mengungkap banyak informasi mengenai sejumlah kasus hilanganya sejumlah hal terkait dengan Segitiga Bermuda," demikian menurut website Before It's News.
0 komentar:
Posting Komentar